Suzuki Satria FU 150’ 09-Jogja: BODY STANDAR, TEMBUS 8,5 DETIK (201 M)


suzuki Satria FU

TEMBUS 8,5 DETIK (201 M)

Handling kreto dragbike yang menggunakan body standar dengan aroma modifikasi dipastikan jauh berbeda. Tentu saja, yang masih asli pabrik dimana posisi jok pengendara belum dimajukan alias belum potong sasis, bodykit lengkap, juga konstruksi sok depan dan setang yang masih tegak lebih sulit mencatat waktu yang lebih baik.

Namun, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tuner Marsahala Hutabarat, gaul disapa Mameh Techno yang memback-up Satria FU 150 milik Danu asal Temanggung. “Dengan body standar, FU ini mencatat best-time 8,5 detik untuk lintasan 201 meter dan kerap mengisi podium juara hingga lima besar.

Kita akan modifikasi rangka dan lepas cover-body jika sudah menorehkan 8,2 detik, “bangga Mameh yang bermarkas di Jl. Babarsari, Jogjakarta dan mengandalkan duet joki, Antonius Petruk dan Taufik Omponk.

Terpenting, yuk kita cermati rahasia dapur pacunya ! Kan bisa juga buat acuan yang kepingin mengupgrade besutannya. Dimulai dengan modifikasi bentukan noken-as label TDR. Tidak serta-merta langsung diaplikasi. Diprediksi kurang bertaji. “Durasi dibuat lebih lebar dari bawaan TDR, dimana sisi in pada 238 derajat dan exnya 240 derajat.

Sedikit saja dinaikkan namun berpengaruh pada akselerasi dan top speed, “tukas Mameh yang mematok perbandingan kompresi pada angka 13 : 1, juga banyak menerima order korek harian.

Camshaft tadi bekerja optimal bagi kinerja klep standar. “Sengaja masih pakai yang asli karena jika diperbesar lagi tergolong efektif dalam konteks aliran gas aktif buat jarak 201 meter.

Ingat, bawaan orsi FU 150 disupport 4 klep. Jika dikonversi ke kudabesi dengan dua klep sama saja 32/28 mm untuk diameter in dan exnya. Sudah mumpuni, “terang Mameh yang mematok angkatan klep 7,4 mm, juga lebih pede dengan magnet FU 150 varian terbaru yang lebih ringan.

Urusan alat pensuplai bahan bakar dan udara sendiri dipercaya pada karburator Keihin PJ34 mm yang didukung jarum skep yang lebih besar (1,3 mm) dari bawaannya (1,2 mm). “Pakai jarum lebih gemuk, RPM bawah dibawah 4500 lebih beringas,” tutur Taufik Omphonk sebagai salah satu petarung. :: ogy

SPEK KOREKAN:
KARBURATOR : Keihin PJ 34, MAIN JET : 128, PILOT, JET : 52, CDI : I-Max (BRT), KNALPOT : B-Pazz Jogja,, FINAL GEAR : 13-42 (201 Meter).

Perihal ichaelbykerz24
I really love all about a Music because Music is my Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: